Skip to main content

Posts

GAGAL FOKUS PART 1

Pernahkah kita mengerjakan suatu amalan yang walau pun sangat sederhana, namun itu rutin kita lakukan setiap hari? Contoh; membaca 5 ayat Al Qur'an setelah sholat fardhu, atau sekedar merutinkan 2 rakaat sunah sebelum sholat subuh. Karena sesungguhnya Allah amat mencitai amalan yang rutin dilakukan, walau pun jumlahnya hanyalah sedikit. Begitu baiknya kan, Allah? Kita bisa menyesuaikan amalan apa yang cocok untuk kita kerjakan, dan mampu kita kerjakan--walau hanya sedikit, namun kita konsisten di dalamnya. Ya, Allah sangat suka kekonsistenan umatnya, karena Allah tahu sungguh menjaga keistiqomahan adalah perkara yang tak sederhana. Apalagi di tengah badai fitnah dunia seperti saat ini.
Seorang guruku pernah berkata; kalau di zaman dahulu mengunci pintu dan diam di rumah sudah mampu menangkal fitnah dan membuat seorang selamat--namun sekarang? Fitnah dunia bisa menembus tembok atau atap yang kokoh, bahkan terbang tak terlihat bersama udara yang kita hirup lalu muncul di layar ponsel…
Recent posts

KEBAHAGIAAN MANUSIA ITU SEMU

"yang namanya ujian, mau kita berlimpah atau kekurangan pasti akan selalu ada. Hanya wajahnya saja yang berbeda." (falafu)
Saat suami memutuskan untuk resign kerja, berarti kami harus siap memulai semuanya kembali dari enol. Kenapa saya bilang dari enol ya karena kami tidak hanya pindah kota, namun kami akan pindah life style, pindah prioritas, pindah nominal gaji, pun pindah tujuan hidup. 
Saat masih tinggal di kebun (istilah mereka yang mencari nafkah di perusahaan kelapa sawit), kami terbiasa hidup serba 'disediakan'. Pembantu ada, listrik ada (dan bukan dari PLN) jadi kami ga perlu bayar listrik, rumah ada, isi rumah ada, kendaraan ada. Semua serba ada. Nah, ketika pada akhirnya kami memutuskan pergi dari semua kenyamanan itu, tentu saja berarti kami harus mau menyesuaikan diri dengan kehidupan yang baru.
Berat? Berat namun nikmat--setidaknya itu yang kami rasakan hingga detik ini. Karena kami bisa kembali pulang ke kota asal, dekat dengan keluarga, dan tentu saja a…

IT'S NOT THAT BAD

"When I lost my mom, I thougt I would lose my life. But, well, I don’tI am still here, willing to live my life and thank you, me." - Fa
Kamu tahu, ada begitu banyak hal buruk yang kamu bayangkan, padahal saat dijalani, ternyata tidaklah seburuk itu. Dan ada juga begitu banyak hal indah yang kamu bayangkan, padahal saat dijalani, ternyata tidaklah seindah itu.
Manusia kebayakan hidup dalam angan-angannya—tidak terkecuali saya. Banyak hal yang membuat saya khawatir dan takut, banyak juga hal yang membuat saya iri juga pesimis pada diri saya sendiri. Dan itu semua bermula dari angan-angan saya tentang hari esok.

Bagaimana nanti kalau.. bagaimana nanti jika.. bagaimana nanti bila.. dan yang lain sebagainya.
Sebutlah saja, mungkin titik terendah dalam hidup saya datang saat ibu saya meninggal. Saat itu saya tahu beliau sakit parah, saya tahu waktunya tidak akan lama lagi, saya bahkan sempat mengatakan padanya sambil berbisik; 'Tak apa Ma, Farah akan baik-baik saja. Tidak perlu …